Vajra (Dewanagari) adalah bahasa sansekerta yang berarti kilatan petir atau bisa juga berarti intan. Vajra adalah senjata kecil dari logam yang memiliki kemampuan seperti intan (mampu memotong benda apapun tapi tidak dapat memotong dirinya sendiri, dan memiliki kemampuan seperti kilatan petir (kekuatan yang tak terhingga). Vajra merepresentasikan kekuatan dan kekokohan spiritual. implementasi spiritualnya digunakan boleh Buddhis, Jainis dan Hindu. Begitu pentingnya simbolisme vajra ini, sehingga berkembang luas di seluruh Asia, dan dipergunakan baik sebagai simbol dan senjata di India, Tibet, Bhutan, Siam, Cambodia, Myanmar, Cina, Korea dan Jepang. Kata yang sama bagi Vajra di Tibet adalah Dorje, nama yang juga umum ditemukan dikalangan para pria Tibet dan Bhutan. Dorje juga berarti semacam tongkat yang dipegang di tangan kanan oleh para biksu Tibet selama acara reliji. Dalam Budha Tantra, vajra merepresentasikan simbol organ seksual pria, tenaga kosmos dan kasih, Bell yang biasanya disatukan dengan Vajra melambangkan organ seksual wanita, tenaga kosmos pasangan, dan kebijaksanaan. Beberapa dewa digambarkan memegang belahan vajra di tangan yang berbeda, yang melambangkan kesatuan welas asih dan kebijaksanaan. Vajra menghancurkan semua macam ketidak pedulian, dan Vajra sendiri, tidak dapat dihancurkan. Dalam ritual tantra, Vajra menyimbolkan prinsip "pria" yaitu metode, di tangan kanan, dan Bel, menyimbolkan prinsip "wanita" yang dipegang ditangan kiri. Interaksi diantara keduanya membawa pencerahan. Ketika vajra digunakan sebagai liontin, vajra mengingatkan pengguna dan orang yang melihat bahwa pengetahuan tidak dapat dihancurkan. Dalam Budhisme, Vajra adalah simbol dari Vajrayana, salah satu dari tiga cabang Buddhisme. Vajrayana, "jalan petir" atau "Jalan intan" yagn dapat berarti kilatan petir yang dialami oleh pencerahan budha, atau juga dapet menyimbolkan kekekalan, seperti Intan.
|