Telp/Whatapp:082227288869


Katalog
Keranjang Belanja
Keranjang Belanja Anda Kosong
Testimoni
Online Support

HP & Whatsapp : 082227288869 (whatapp lebih cepat direply)



No Rekening


contact Me

Shipping

    

Visitor

Detail Produk



  

klik untuk memperbesar

Dupa Bubuk Ajaib Manjusri Tibetan

Blessing

Tibetan

Dimensi

70 gr

Harga

Rp. 55.000

Dupa Tibetan sangat wangi dan aromanya mampu mengusir energi negatif, Mengusir roh jahat, mengundang Para Dewa/ Dewi kepada anda, membuat anda lebih tenang dan rilex.

Material terbuat dari herbal, serbuk cemara dan bahan langka lainnya.

Manjusri Bodhisattva adalah seorang Bodhisattva (individu yang tercerahkan) dalam tradisi Agama Buddha Mahayana dan Vajrayana. Manjusri adalah seorang bodhisattva yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, pengajaran dan kesadaran dan dalam tradisi Vajrayana merupakan dewa meditasi (yidam), yang menggambarkan kebijaksanaan yang tercerahkan. Menurut sejarah, kitab suci Mahayana menjelaskan bahwa Manjusri adalah seorang pengikut Buddha Gautama, walaupun ia tidak disebutkan dalam kitab suci Pali.

Menurut pemahaman Buddhisme Mahayana, Bodhisattva Manjusri diwujudkan sebagai sosok Bodhisattva yang memegang sebatang pedang kebijaksanaan (perlambang pemutus kekotoran batin) dan mengendarai singa berbulu emas (simbol keperkasaan menaklukkan kekuatan jahat), kadang kala dilukiskan juga dalam kondisi duduk di atas bunga teratai (melambangkan kemurnian).

Jika Bodhisattva Avalokitesvara dikatakan sebagai manifestasi welas asih terluhur, maka Bodhisattva Manjusri dikenal sebagai manifestasi kebijaksanaan tertinggi. Ini dikarenakan Bodhisattva Manjusri merupakan Buddha masa lalu yang terus menerus bermanifestasi dengan kekuatan kebijaksanaan sejati. Dalam kitab Shuranggama Samadhi Sutra, Buddha Sakyamuni menjelaskan bahwa Bodhisattva Manjusri merupakan Buddha masa lalu yang bernama Tathagata LongzhongShangzunwang.

Manjusri dikenal memiliki kebijaksanaan dan kemampuan berbicara yang unggul, sanggup mengalahkan para penganut dari 96 aliran tirtika dalam hal perdebatan. Setelah menjadi siswa Buddha Sakyamuni, Manjusri berhasil menguasai suatu tingkat samadhi Shuranggama. Dengan kekuatan samadhi Shuranggama ini Manjusri melakukan berbagai metode yang sangat bijaksana dalam membimbing para makhluk, bahkan setelah 450 tahun Parinirvana Buddha Sakyamuni, Manjusri masih tetap melakukan tugas pengajaran Dharma. Dalam jajaran siswa tingkat Bodhisattva, beliau menduduki posisi sebagai siswa paling terkemuka dalam hal kebijaksanaan. Oleh karena itu, beliau juga dijuluki sebagai Pangeran Dharma Manjusri. Sekitar tiga ratusan sesi pembabaran filosofi Mahayana oleh Buddha Sakyamuni, Manjusri selalu hadir sebagai ketua dari Komunitas Bodhisattva.




Next Produk

          

ctc person/ WA : 082227288869 LINE : anjali88