Telp/Whatapp:0819 18888 018 

Katalog
Keranjang Belanja
Keranjang Belanja Anda Kosong
Testimoni
Online Support

HP & Whatsapp : 0819 18888 018 (whatapp lebih cepat direply)



No Rekening


contact Me

Shipping

    

Visitor

Detail Produk



      

klik untuk memperbesar

Cincin Dewa Garuda - Lung Po Raa, Wat Salawuwun, BE 2562

Blessing

Lung Po Raa, Wat Salawuwun, BE 2562

Dimensi

Size 21 dan Size 23

Harga

Rp. 500.000

Kegunaan dipercaya :
> Kharisma, Wibawa, Percaya Diri
> Keamanan dan kelancaran dalam Bisnis maupun dalam perjalanan Hidup
> Mengatasi orang yang suka merendahkan User, membuat orang lain percaya kepada User.
> Proteksi dari Black Magic, Spirit Jahat, Anti Pelet dan Hipnotis
> Menjaga Kekuasaan dan jabatan.
> Sangat Cocok untuk mengatasi Birokrasi yang dipersulit.

Keterangan :
Khusus yang dibuat khusus untuk Maha Amnard (Wibawa, Menaklukan orang lain). Cincin Model Dewa Garuda sangatlah Langka karena tidak banyak master membuat cincin Dewa Garuda.  Menurut kisah yang saya dengar adalah dimana ketika Naga memohon kepada Sang Buddha agar melindungi Para Naga dari Para Garuda sebab jika Sang Buddha tidak melindungi para Naga maka para Naga akan musnah, maka dengan Welas Asih Sang Buddha mendamaikan mereka, maka sejak itu para Naga bertekad melindungi Ajaran Buddha hingga selamanya. Tidak heran jika kita membacakan Paritta Ettavata menuliskan bahwa semoga para dewa dan Naga2 yang perkasa selalu melindungi Ajaran Buddha dan jika anda melihat banyak sekali Vihara didepan vihara diukir bentuk Naga. Nah sejak anda membacakan kisah ini user dapat mengetahui bahwa amulet Dewa Garuda sangatlah cocok untuk anda mengatasi Bos, Atasan, Pejabat, Pekerja anda.

Bentuk Dewa Garuda menaklukan Naga adalah salah satu Simbol yang menandakan Kekuatan Dewa Garuda yang mampu mengalahkan Naga, Lambang Dewa Garuda ini dipercaya lambang yang powerfull untuk menaklukan orang lain yang lebih berkuasa dan menundukan orang lain. Salah satu Bank ternama Thailand maupun Pos Thailand menggunakan lambang Dewa Garuda.

Kisah Dewa Garuda :
Vahana (tunggangan) dari Maha-brahma adalah Tujuh ekor angsa putih. Vahana dari Mahesvara adalah lembu putih. Bagaimana dengan Dewa Pemelihara, Visnu atau Dewa Subha-krtsna? Vahana-Nya adalah Garuda. Garuda merupakan salah satu Dewata Agung dalam Agama Hindu. Mereka juga sangat menghormati lembu Dewa Mahesvara. Lambang negara Indonesia adalah Garuda.

Raja Garuda memiliki wujud burung, Dharmabhala Nya adalah yang nomor satu di antara amanusIa (makhluk bukan manusia). Jadi yang hari ini hadir menerima abhiseka sungguh memiliki berkah, karena Anda sekalian pasti mampu menumbuhkan Dharmabhala dan Prajna (Kebijaksanaan Agung). Sayap Garuda sepanjang ribuan li, menurut ramalan cuaca hari ini bagian Utara, Selatan dan Timur Laut berawan, sedangkan bagian lainnya cerah . Namun hari ini, begitu saya lihat, ternyata sayap Garuda telah menutupi seluruh Taiwan. Jika kedua sayap Nya dibentangkan , maka mampu menjangkau ribuan li, asalkan beliau mengepakkan sayapnya maka akan tercipta angin topan.

Bahan makanan Beliau adalah naga, di dalam Sutra Buddha ada tercatat dengan jelas, wujud Nya, kedua cakar Nya mencengkeram naga, paruh Nya mengapit naga. Sehingga Delapan Raja Naga Utama semua memohon belas kasihan, menghadap pada Buddha Sakyamuni dan berkata : Kami bangsa Naga hampir punah. Buddha Sakyamuni yang selalu berwelas asih bertanya kepadanya, Anda sekalian bangsa Naga, ada masalah apa sehingga memohon kepada Saya?  bangsa naga menjawab : Bangsa kami akan segera punah, Kenapa demikian?, Karena Garuda memangsa kami/Naga sampai hampir punah.

Ada pepatah : Naga yang berkekuatan besar, sehingga pada dasarnya naga sendiri memiliki Dharmabhala yang sangat besar, namun semua kalah dengan Garuda, Naga menjadi bahan makanan Garuda.
Buddha Sakyamuni sangat welas asih, saat itu Beliau melakukan kompromi dengan membuat negoisasi, menjadi pimpinan negoisasi, mengumpulkan bangsa naga dan Garuda untuk bermusyawarah.Buddha Sakyamuni bertanya kepada Garuda: Untuk selanjutnya, bisakah Anda tidak lagi memangsa naga?

Garuda menjawab : Tidak. Naga adalah yang paling enak! Selain itu, naga memiliki tenaga yang sangat kuat, dengan memangsa naga, kekuatanku akan bertambah, sekali terbang mampu mengitari bumi 365 putaran. Bumi berputar satu tahun ada 365 hari, ini melambangkan betapa besar kekuatannya. Asalkan sayap dikepakkan, maka Ia sanggup mengitari bumi banyak kali. Naga menangis dan menuturkan : Kami segera punah, dimangsa olehnya sampai tersisa sedikit saja. Putera-puteri dan cucu naga semua memohon belas kasihan,  Buddha, mohon tolonglah kami.

Tiba-tiba Raja Naga mendapatkan jawabannya, beliau berkata kepada Buddha Sakyamuni : Buddha, saya telah menemukan jawabannya. Buddha menjawab: Apa ide Anda?, Mohon tanya wahai Garuda, jika Anda memangsa kami sampai punah, ini juga tidak bermanfaat bagi Anda. Garuda merasa heran, Mengapa memangsa kalian tidak bermanfaat?, Jika Anda memangsa habis kami, apa yang bisa Anda makan nantinya? Garuda berpikir, Benar juga, jika saya terus memangsanya, maka mereka akan punah, kelak saya makan apa? saya akan kelaparan.

Kemudian Buddha Sakyamuni mengatakan: Saya menitahkan, kelak siswa Buddha tiap saat membuat pujana, melakukan pujana Megah, Apa itu pujana Megah?, yaitu pujana yang dihaturkan banyak bagaikan awan awan di angkasa, ini disebut pujana Megah. Kelak yang pertama kali diundang adalah Anda, Garuda. Garuda merasa gembira mendengar bahwa Ia diletakkan pada urutan nomor satu, Dia mengatakan : Kelak bagaimana mengundang saya? Aku menitahkan pada para siswa Buddha saat ini dan di masa yang akan datang , saat melakukan manifestasi dana makanan, maka nama Anda yang akan berada di urutan pertama:  Wahai Garuda, dan para preta gentayangan, raksasa dan Hariti, amrta ini akan memuaskanmu. Om Mu-di Suoha. Om Mu-di Suoha. Om Mu-di Suoha. kemudian mentransformasikannya menjadi pujana yang banyak bagai awan.

Saat itu barulah Garuda menyanggupi, dan mengatakan : Baiklah, Anda kelak menghaturkan dana makanan manifestasi untuk saya. Sehingga Ia adalah yang paling awal menerima pujana mega, amrta yang banyak bagaikan awan di angkasa. Beliau mengatakan: Ini adalah makanan yang paling murni, yang menumbuhkan Prajna dan Dharmabhala, selain itu juga merupakan yang paling lezat. Semenjak Garuda memperoleh pujana mega amrta dari para siswa Buddha, Beliau melepaskan bangsa naga, sampai saat ini putera-puteri dan cucu naga masih bisa terus berketurunan lagi.

Masyarakat Thailand mempercayai Para Naga tinggal di Thailand, dan Para Dewa Garuda tinggal di Indonesia dalam kekuasaan Maha Dewa Wisnu dan India tempat Dewa Ganesha dan Maha Dewa Shiva. Maka tidak heran jika lambang Negara Indonesia adalah Dewa Garuda, namun sangat jarang orang Indonesia memuja Maha Dewa Wisnu dan Dewa Garuda, mereka percaya jika memujanya akan sangat cepat sukses dalam pekerjaan dan Kehidupan.




Next Produk

  

ctc person/ WA : 081918888018 / BBM : anjali1 / LINE : anjali88